Meranti Dinobatkan sebagai Pusat Pengembangan Sagu Nasional

Kabupaten Kepulauan Meranti dinobatkan sebagai pusat pengembangan tanaman sagu secara nasional. Hal ini dilakukan tersebab kabupaten terbungsu di Provinsi Riau ini, terkenal sebagai kawasan penghasil tanaman Sagu terbesar di Indonesia.

 

“Kepulauan Meranti menjadi salah satu kawasan pengembangan ketahanan pangan tingkat nasional, yakni untuk tanaman Sagu,” ungkap Gubernur Riau, HM Rusli Zainal, saat pemaparannya dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbag) Provinsi yang berlangsung di Gedung Daerah Provinsi Riau, Pekanbaru, Senin (11/4/2011).

 

Musrenbag Provinsi ini dihadiri oleh Staf Ahli dari Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta bupati/walikota dan DPRD kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Bupati Kepulauan Meranti, Irwan, turut hadir dalam Musrenbag yang membahas rencana prioritas pembangunan di Provinsi Riau pada 2012 tersebut.

 

Menurut Gubri, pengembangan bidang ketahanan pangan, menjadi salah satu prioritas pembangunan di Provinsi Riau. Melalui program Operasi Pertanian Riau Makmur yang telah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu, Pemprov telah membuka sejumlah kawasan terutama lahan pertanian terlantar di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Riau untuk dikembangkan.

 

“Di samping juga bidang pertanian lainnya, di antaranya program pengembangan Sapi K2I. Saat ini Pemprov Riau telah membagikan sebanyak 9.000 ekor sapi yang disebarkan kepada masyarakat di 12 kabupaten/kota,” papar Rusli seperti dilansir Riau Pos, Selasa (12/4/2011).

 

“Khusus Kepulauan Meranti sebagai penghasil sagu terbesar di Indonesia, ke depan sektor ketahanan pangan bidang satu ini akan lebih kita tingkatkan lagi, salah satunya dengan memberikan penguatan perekonomian kepada para petani sagu dan program yang menguntungkan petani sagu setempat,” jelas Gubri.

 

Sementara, Bupati Kepulauan Meranti, Irwan menyebutkan, kemasyhuran Kepulauan  Meranti sebagai daerah penghasil sagu terbesar di Indonesia, sudah dikenal sejak lama.

 

Perkebunan sagu ini menjadi salah satu penghasilan primadona masyarakat setempat, yang sesuai dengan tekstur tanah gambut dengan tingkat keasaman yang cukup tinggi dan rawa.

 

“Produksi sagu yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik yang diolah berupa sagu basah dan tepung sagu oleh perusahan sagu berupa usaha kecil yang ada saat ini, dikirim ke Cirebon untuk diolah menjadi sejumlah panganan dari sagu, bahan kosmetik, kesehatan dan lainnya. Adapun tepung sagu yang dikirim ke Cirebon tersebut diperkirakan mencapai 400 ribu ton per bulan,” terangnya.

 

Saat ini, ungkap Irwan, sudah terdapat sebuah perusahaan besar yang dalam tahap membangun pabrik pengolahan sagu, yakni PT Sampoerna. Keberadaan perusahaan yang  mengolah sagu dari perkebunan sendiri dan perkebunan sagu masyarakat di Kepulauan Meranti ini, diharapkan akan membawa dampak positif bagi pengembangan perekonomian dan industri di Kepulauan Meranti.

 

“Kita berharap, Pemprov dan pemerintah pusat lebih memperhatikan masyarakat petani sagu di Kepulauan Meranti untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Kita juga berharap, agar pusat dan Pemprov memberikan kemudahan kepada investor yang berminat menanamkan investasinya di Kepulauan Meranti, baik sektor pengolahan dan pengembangan sagu, maupun sektor lainnya,” harap Irwan.(*)

Parlindungan | Edited by Rbc