Meranti

Region - Meranti

Tenaga Diesel Rusak, Warga Selatpanjang Harap PLTG Direalisasikan

Tenaga Diesel Rusak, Warga Selatpanjang Harap PLTG Direalisasikan

Sejumlah warga berharap pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) yang dibangun di Desa Mengkikip, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Selatpanjang segera direalisasikan. Sehingga nantinya dapat mengatasi krisis listrik di Selatpanjang.

Read more...
 
Region - Meranti

Bupati Minta Ekspor Meranti Bisa Meningkat

Bupati Minta Ekspor Meranti Bisa Meningkat

Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Irwan Nasir meminta kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait agar dapat meningkatkan ekspor dari wilayah Kepulauan Meranti. Termasuk melakukan pendataan dengan kondisi ril di lapangan. Sebab ia menilai, data ekspor barang dari wilayah Meranti belum jelas dan terdata dengan baik.

Read more...
Region - Meranti

Pemkab Kepulauan Meranti Jadikan Pulau Topang Kawasan Ekonomi Khusus

Pemkab Kepulauan Meranti Jadikan Pulau Topang Kawasan Ekonomi Khusus

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti terus mengembangkan kawasan ekonomi khusus (KEK) untuk menjawab tingginya minat investor yang ingin masuk. Pulau Topang, Kecamatan Rangsang yang terletak di garis batas antara Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau terus dikembangkan sebagai kawasan industri masa depan di kabupaten terbungsu di Riau ini.

Read more...
Region - Meranti

Irwan Nasir: Karhutla Kepulauan Meranti Berstatus KLB

Irwan Nasir: Karhutla Kepulauan Meranti Berstatus KLB
Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan Nasir MSi menyebutkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kecamatan di daerah itu sudah dinyatakan sebagai kondisi luar biasa (KLB). Hal ini dikarenakan hampir 2.000 hektare lahan kebun dan hutan yang ada di 16 desa terbakar.
Read more...
Region - Meranti

Tingkatkan Investasi, BUMD Meranti Undang Sejumlah Perusahaan Besar

PT Bumi Meranti yang bernaung sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melakukan sosialisasi dengan mengundang sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di Meranti. Langkah itu  dinilai positif dan diharapkan bakal memberi kontribusi bagi sektor ekonomi dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Gebrakan tersebut telah dimulai pada Selasa (23/10) lalu bertempat di Kantor BUMD Jalan Teuku Umar 35 A Selatpanjang, dengan mengundang PT Energi Mega Persada (EMP) yang dulu dikenal PT Kondur yang saat ini mengelola ladang gas di Pulau Padang. Kemudian Rabu (24/10) di tempat yang sama perusahaan plat merah itu telah mengundang Koperasi Harmonis yang membawahi sekitar 45 kilang sagu, dari jumlah sekitar 75 kilang yang ada di Meranti.

Malah sejumlah perusahaan besar lain bakal dipangil seperti PT RAPP, PT Sararasa, PT Sumatera Riang Lestari, First Flower, juga seluruh asosiasi kontraktor dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Meranti.

Dirut PT Bumi Meranti (BM) Mizan Asnawi didampingi Direktur Umum/Personalia Idris Samsudin dan Direktur Operasional Heri Winarno kepada wartawan di kantor mereka kemarin, Sabtu (27/10) mengatakan, langkah yang mereka ambil untuk mengundang sejumlah perusahaan yang aktif beroperasi, untuk saling mengenal agar lebih akrab dan menyatukan persepsi serta tukar informasi.

“Diharapkan ke depan saling mendukung program guna memajukan perusahaan masing-masing, yang pada akhirnya berdampak bagi peningkatan kesejahteran masyarakat dan peningkatan PAD,” ujarnya seperti dilansir riaupos.co.

Dari dialog yang mereka lakukan dengan PT Energi Mega Persada (EMP), pada prinsipnya pihak EMP mendukung penuh program  yang telah dilakukan oleh PT BM untuk mendapatkan suplai gas dalam bentuk perjanjian jual beli gas (PJBG) dari PT EMP, tetapi pihak mereka tidak dapat memberikan keputusan, sebab kewenangan untuk mengeluarkan hal itu ada di top manajemen PT EMP dan BP Migas di Jakarta.

Ditambahkan Direktur Umum dan Personalia Idris, mereka akan sangat serius dan akan melakukan semua langkah untuk mendapatkan PJBG.

“Sebab  di samping memang ada hak untuk mendapatkan pengelolaan gas yang besarnya sekitar 10 persen dari total produksi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2004 Pasal 34 ke BUMD, dan UU Nomor 22 tahun 2001,” sebutnya.

Sementara itu pada dialog dengan Koperasi Harmonis juga terungkap adanya kendala yang dihadapi oleh semua kilang sagu untuk mendapatkan minyak solar bersubsidi, sebab selama ini keperluan mereka tidak mampu dipenuhi melalui  agen minyak premium solar (APMS).

Dijelaskan oleh Bunadi Wakil Ketua Koperasi Harmonis, didampingi oleh sejumlah pengurus dan anggota, mereka minta agar BUMD dapat mencari solusi agar kendala solar selama ini dapat diatasi, sebab pemakaian solar dengan 45 kilang di bawah koordinasi Koperasi Harmonis hampir 200 ribu liter perbulan. Jumlah itu belum lagi ditambah sekitar 30 kilang lainnya. (*)

Mukhtar | Edited by Rbc

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 5
 

 


 


 


 


 


Copyright © 2010 RiauBisnis.com Portal News
Sosialisasi Izin Lingkungan
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/5
 

Majalah Venues Online

 

RSS RiauBisnis.com

feed-image Feed Entries