2014, Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia Diprediksi Capai 10 Juta Hektare

E-mail Print PDF
Berdasarkan dana Dinas Perkebunan (Disbun) Riau Tahun 2009, luas area perkebunan kelapa sawit di Riau sudah mencapai 2 juta ha lebih. Luas ini setara dengan sekitar 35 persen sawit nasional yang saat ini luasnya mencapai 7,3 juta ha lebih.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Perkebunan RI, Ahmad Mangga Barani, dalam sambutannya membuka kegiatan Seminar Nasional Kelapa Sawit, Senin (17/5/2010) di Hotel Ratu Mayang Garden Pekanbaru.

Menurut Ahmad, Riau merupakan salah satu sentral pengembangan kelapa sawit nasional di Indonesia. Namun berdasarkan data statistik, saat ini jumlah perkenbunan  sawit di Riau masih yang terluas di Indonesia dibandingkan dengan daerah lainnya.

Diakui Ahmad, pada awalnya, komoditas kelapa sawit bukanlah menjadi komoditas utama sektor perkebunan yang dikembangkan di Indonesia. Tapi dalam perkembangannya, perkebunan kelapa sawit di Indonesia terus tumbuh dengan pesat, dimana Pulau Sumatera menjadi sentera perkebunan sawit nasional khususnya di bagian barat.

“Pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia dimulai sejak era 1970-an, atau sekitar 30 tahun yang lalu. Berdasarkan data perkebunan, pada awalnya di Indonesia khususnya di Sumatera, pada tahun 1979 luas perkebunan sawit kita hanya 250 ribu ha saja,” jelasnya.

Dalam perkembangannya, menurut Ahmad, perkebunan sawit di Indonesia berkembang dengan pesat. Bahkan data terakhir menyebutkan, jumlah perkebunan kelapa sawit di Indonesia sudah mencapai 7,3 juta ha lebih. Dari jumlah itu, mampu menghasilkan sedikitnya 21,5 juta ton crude palm oil (CPO) per tahunnya.

”Perkembangan perkebunan kepala sawit terjadi sejak dua tahun terakhir kita perkirakan ke depannya akan jauh lebih pesat lagi. Bahkan, pada 2014 mendatang, jumlahnya bisa mencapai 10 juta ha lebih,” ujarnya.

Pesatnya perkembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia, menurutnya, karena komoditas ini semakin penting artinya bagi dunia, yaitu sebagai salah satu sumber bahan bakar alternatif. Selain itu, kelapa sawit juga merupakan salah satu komoditi  unggulan nasional yang berperan sangat penting dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam penyerapan tenaga kerja, kontributor penting terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional, dan devisa negara.

Di samping itu, industri kelapa sawit berperan dalam pemerataan pembangunan, terutama menumbuhan pusat-pusat perekonomian baru di wilayah-wilayah pedesaan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bahkan di Papua ke depannya. “Kita tidak bisa terus menerus berharap dari perluasan, kita juga akan berupaya melakukan peningkatan produktivitas,” pungkasnya.(*)

Mukhtar | Edited by Rbc
TRANSLATE
2014, Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia Diprediksi Capai 10 Juta Hektare
2014, Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia Diprediksi Capai 10 Juta Hektare
 
 

 


 


 


 


 


Copyright © 2010 RiauBisnis.com Portal News
Sosialisasi Izin Lingkungan
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/5
 

Majalah Venues Online

 

Harga Bahan Olahan Karet (Bokar)

Periode 7 - 12 April 2014

 

Harga Bokar di Pabrik

Harga (Rp/Kg)

1

PT Rickry Pekanbaru

18.000

2

PT P&P Bangkinang

19.000

 

3

PT Tirta Sari Surya

 17.500

 

 

4

PT Andalas Agrolestari

17.500

 

 

 

 

Sumber: Disbun Riau

 

Harga Kelapa Butiran dan Kopra

Periode: 8 April 2014

No

Keterangan

Harga (Rp/Kg)

1

Kelapa bulat licin

                          1.600,-

2

Kopra mutu kering (100%)

7.500,-

3

Kopra mutu basah (80%)

4.400,-

4

Kopra mutu basah (60%)

3.900,-

 

Sumber: Disbun Riau

 

 

  TBS Sawit Periode :

 s/d 15 April  2014

 Umur Tanaman (Tahun)

 TBS (Rp/Kg)

3

1.400,74

4

1.564,08

5

 1.873,84

6

1.722,96

7

1.788,70

8

1.844,47

9

1.903,78

>=10

1.956,75

umber: Disbun Riau