Gapki Riau: Kehadiran Asing di Bisnis Sawit Harus Diawasi

E-mail Print PDF
Kehadiran investor asing dalam industri perkebunan sawit di Indonesia harus diawasi. Jika asing dibiarkan dominan bisa berdampak negatif.

Hal tersebut dikatakan Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki)  Cabang Riau Wisnu Oryza Soeharto, kepada riaubisnis.com di sela acara Diskusi Panel Ekonomi Riau Akhir Tahun 2010, di Kantor Bank Indonesia Pekanbaru, Kamis (23/12/2010).

Ia menyebutkan dari sekitar 7 juta hektar areal lahan perkebunan sawit di Indonesia, 30 persen di antaranya dimiliki asing. Dan 20 persen dari seluruh perusahaan perkebunan sawit di Riau dimiliki investor asing yang sebagian besar berasal dari Malaysia.  

“Kehadiran asing sudah harus diawasi, jangan sampai bisnis yang strategis dan menguntungkan di bidang industri perkebunan sawit malah justru dikuasai asing,” ujarnya.

Untuk menghindari dominasi asing, menurut Wisnu, diperlukan peran pemerintah dalam memperketat izin kepemilikan asing. Soalnya, regulasi tentang kepemilikan asing di bisnis sawit dinilai masih kabur dan tak mengatur secara tegas. Kata dia, dominasi asing di bisnis sawit nasional sangat berbahaya. Pasalnya, banyak orang pribumi yang menggantungkan hidup di sektor industri sawit.

“Izin kepemilikannya harus diperketat dan diatur sedemikian rupa supaya mereka (asing, red) tidak dominan, karena itu berbahaya. Jika tidak diatur secara tegas dan diperketat, bukan tidak mungkin asing akan mendominasi dan ini sangat merugikan nantinya,” tegasnya.

“Kita bukan minta pemerintah berat sebelah, tapi harus ada pengawasan dan izin yang lebih ketat bagi kepemilikan asing karena banyak orang pribumi yang menggantungkan hidup di bisnis ini,” tambah Wisnu. (*)

Zuprianto | Edited by Badri

 

TRANSLATE
Gapki Riau: Kehadiran Asing di Bisnis Sawit Harus Diawasi
Gapki Riau: Kehadiran Asing di Bisnis Sawit Harus Diawasi
 
 

 


 


 


 


 


Copyright © 2010 RiauBisnis.com Portal News
Sosialisasi Izin Lingkungan
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/5
 

Majalah Venues Online

 

Harga Bahan Olahan Karet (Bokar)

Periode 7 - 12 April 2014

 

Harga Bokar di Pabrik

Harga (Rp/Kg)

1

PT Rickry Pekanbaru

18.000

2

PT P&P Bangkinang

19.000

 

3

PT Tirta Sari Surya

 17.500

 

 

4

PT Andalas Agrolestari

17.500

 

 

 

 

Sumber: Disbun Riau

 

Harga Kelapa Butiran dan Kopra

Periode: 8 April 2014

No

Keterangan

Harga (Rp/Kg)

1

Kelapa bulat licin

                          1.600,-

2

Kopra mutu kering (100%)

7.500,-

3

Kopra mutu basah (80%)

4.400,-

4

Kopra mutu basah (60%)

3.900,-

 

Sumber: Disbun Riau

 

 

  TBS Sawit Periode :

 s/d 15 April  2014

 Umur Tanaman (Tahun)

 TBS (Rp/Kg)

3

1.400,74

4

1.564,08

5

 1.873,84

6

1.722,96

7

1.788,70

8

1.844,47

9

1.903,78

>=10

1.956,75

umber: Disbun Riau